Ergonomic Factory Lighting to Reduce Glare and Increase Worker Productivity
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjss.v4i4.743Keywords:
Ergonomic Lighting, Glare, Work ProductivityAbstract
This article will discuss factory lighting so that workers do not experience glare and eye fatigue and productivity remains good. In this article, it is done descriptively, namely presentation. Data are obtained from several opinions or research results, this is commonly referred to as a literature study. Then it is also analyzed descriptively. Conclusion: Ergonomic lighting allows workers to see the objects being worked on clearly, ergonomic lighting in factories/offices plays an important role in increasing comfort, welfare, and productivity in the workplace. By minimizing glare and supporting natural posture, ergonomic lighting creates a healthier and more effective workspace. Suggestion: Factories/offices should use ergonomic lighting so that workers can work by seeing work objects clearly, comfortably, with welfare, and optimal work productivity
References
Anastasia Lidya Maukar, Shofa Ramadhina, 2019, Perancangan ulang sistem pancahayaan proses inspeksidi area deorasi pada pabrik kemasan pelanggan, Seminar nasional pakar ke 2 tahun 2019 buku 1: sains dan teknologi, ISSN P 2615-2584, ISSN E 2615-3343, Jurusan Teknik industry, Fakutas taknik, Universitas Presisent, Cikarang – Bekasi – Jawa Barat.
Apurva Chawre, 2025, Dampak pencahayaan yang buruk di tempat kerja, Prefek pollucon service eviromentel connsultan, ppsthane.com
Benq, 2024, Ergonomic lighting design for offce create a corfortable and productive workspace with energy – efficient lighting, benq.com, Amerika Serikat.
Busyaro Hasap Najmi Hakim, Muhamad Mahmud Yusup, 2014, Membangun lingkungan kerja yang ergonomia pada PT Dwi Mitra Teknindo, Jurnal manajemen bisnis digital terkin Vol 1 no 3, e-ISSN 3147-0552, p-ISSN 3047-2199, Program studi Administrasi bisnis, Jurusan Administrasi niaga, Politeknik Negeri, Bandung.
Doni Morika, 2025, Indikator desain pencahayaan yang ergonomis, Prodi desain interior, Binus University, Bandung.
Erix Extrada, Muhamadiah, Makomulamin, Ahmad Satria Efenndi, Firman Edigan, 2021, Analisis dampak intensitas pencahayaan ruanangan farmasi dengan keluhan kelelahan ada pekerja di rumah sakit mersa kabupaten Kampar tahun 2020, Media kemas, Public health media, vomata pl 01 no 01, STIKES HANG TUAH, Pekanbaru.
Jelly Tan, Fathya Aulia Shabrina, Shofiyah Hisyam Lenggana, Resky Annisa Damayanti, Analisis konsep egonomi dan pencahayaan pada ruang kerja kantor ditjen bimas budha kementrian agama Jakarta, Jurnal dimensi seni rupa dan desain, Volume 20 nomor 1, p-ISSN 2527-5666, E-ISSN 2549-7782, Program stusi desain interior, Fakultas seni rupa dan desain, Universitas Trisakti, Jakarta.
Karen Kimonye, 2025, Lima cara meningkatkan ergonomic pencahayaan dan tetap produktif, autonomous,ai
Rahardi Ferri Putranto, Bambang Purwanggono, 2011, Ergonomic assessment area Gudang dan pabrik pada PT. Tirta Investama, Program studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universtas Diponegoro, Semarang.
Riski Cahya Aryanti, 2006, Hubungan antara intensitas penerann dan suhu udara dengan kelelahan mata karyawan pada bagian administrasi di PT. Hutama Karya wilayah IV Semarang, Unes, Kesehatan Masyarakt, Semarang.
Sari Eka Wahyuni, Bina Kurniawan, Ekawati, 2014, Analisis factor intensitas penerangan local terhadap kelelahan mata di industry pembuatas Sepatu kota Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat vol 2 no 6, FKM UNDIP, Semarang.
Tessa Smits, 3023, Pencahayaan ergonomics: panduan produktivitas, Ergo global, ergoglobal.com.


























