Good Governance-Based Village Fund Management in Waena Village, Heram District, Jayapura City
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjss.v4i4.832Keywords:
Village Fund Management, Good Governance, Transparency, Accountability, ParticipationAbstract
Village Funds constitute a public policy instrument derived from the State Budget (APBN) and distributed through the Regency/City Regional Budget (APBD) with the objective of supporting village governance, development, and community empowerment. This study examines the management of Village Funds in Waena Village, Heram District, Jayapura City by assessing its alignment with good governance principles, as well as identifying factors that support and hinder effective fund management. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Village Fund management in Waena Village—covering the stages of planning, implementation, administration, reporting, and accountability—generally complies with prevailing regulations, particularly the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 113 of 2014. Principles of transparency, accountability, and community participation have been applied, although their implementation has not yet reached an optimal level. Supporting factors include community involvement, the existence of a clear regulatory framework, and the availability of human and institutional resources. Conversely, obstacles are reflected in weak inter-stakeholder coordination, limited transparency of information, and insufficient public understanding of Village Fund governance. These results highlight the need for strengthening the capacity of village officials, enhancing technology-based transparency mechanisms, and improving community engagement to foster more effective and accountable Village Fund management in the future
References
Ahmad Yani. 2008. Hubungan Keuangan anatara Pemerintah Pusat Dan DaerahDiIndonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Bastian, I. (2015). Akuntansi untuk kecamatan dan desa. Jakarta: Erlangga.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2022). Laporan realisasi transfer ke daerah dan dana desa. Kementerian Keuangan RI.
Djalil, Rizal. 2014. Akuntabilitas Keuangan Daerah Implementasi Pasca Reformasi. Jakarta: PT Semesta Rakyat Merdeka
Harsoyo. (1977). Manajemen kinerja. Jakarta: Persada.
Indonesia Corruption Watch. (2020). Tren penindakan korupsi dana desa 2015–2020. Jakarta: ICW.
Kementerian Dalam Negeri. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Jakarta: Kemendagri.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2019). Peraturan Menteri Desa Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Jakarta: Kemendes PDTT.
Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (2000). Akuntabilitas dan Good Governance. Bogor
Lenny Novianti. (2015). Public Sector Governance Pada Pemerintah Daerah
Lili, M. A. (2018). Pengelolaan alokasi Dana Desa dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat di Desa Magmagan Karya Kecamatan Lumar. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 7(1), 25–39.
Mahsun, M., Firman, & Heribertus, J. (2018). Pengukuran kinerja sektor publik. Yogyakarta: BPFE.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: Andi.
Nugroho, S. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 12(2), 145–158.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Desa
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 Dana Desa
Pratama, A. (2019). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 34–49.
Rahman, M. (2022). Good governance dalam pengelolaan Dana Desa: Tantangan dan peluang. Jurnal Kebijakan Publik, 9(3), 201–218.
Sari, D., & Handayani, R. (2021). Analisis pengelolaan Dana Desa berdasarkan prinsip akuntabilitas. Jurnal Akuntansi Publik, 5(2), 55–67.
Sedarmayanti. (2014). Good governance (Bagian II). Bandung: Mandar Maju.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Suwardane, E.K. 2015. Partisipasi Petani dalam Pengembangan Program Hutan Rakyat di Dusun Talang Gunung Desa Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. E-Jurnal Agri bisnis dan Agrowisata ISSN: 2301-6523 Vol. 4, No. 2
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Wardoyo, H. (2015). Penguatan pengelolaan keuangan desa dan optimalisasi peran BUMDes menuju desa mandiri. Prosiding Seminar Nasional Akuntansi Sektor Publik, 45–56.
World Bank. (1992). Governance and development. Washington, DC: World Bank.
Yani, A. (2008). Hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


























