Income Structure of Masihulan Village Community, North Seram Sub-district, Central Maluku Regency

Authors

  • Muhammad. S. Waikolo Pattimura University
  • Martha Turukay Pattimura University
  • Junianita F. Sopamena Pattimura University

DOI:

https://doi.org/10.55927/ijis.v4i5.239

Keywords:

Income, Farm Sector, Non-Farm Sector

Abstract

Sources of community income in rural areas come from the agricultural and non-agricultural sectors. Masihulan Village is one of the villages in Central Maluku where most of the people live from agriculture. The objectives of this study were (1) to determine the structure of community income (2) to determine the contribution of the agricultural sector to household income. The number of samples taken in this study were 21 respondents using the sample size technique according to Slovin. Data analysis used is quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that (1) The structure of community income in Masihulan comes from the agricultural sector (on-farm) amounting to Rp 110,668,593 or 65.6%. and the Non-farm sector (Non-farm) amounting to Rp 58,120,000 or 34.4%. (2) the contribution of community income is still sourced from the agricultural sector by 65.6%

References

Agustina, I. (2016). "Pengaruh Karakteristik Demografis Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Desa". Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 9(1), 112-120.

BKKBN. (2020). Pengertian dan Pembagian Usia Produktif dalam Konteks Pembangunan Kependudukan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Burhansyah, R., & Pribadi, Y. (2016). Analisis Indikator Kesejahteraan Petani Sayuran di Kota Pontianak. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Banjarbaru, 20 Juli 2016,1634–1644

Elizabeth, R., & Darwis, V. (2000). Peran Nilai Tukar Petani Dan Nilai Tukar Komoditas Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Kedelai (Studi Kasus: Propinsi Jawa Timur). Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 28(2), 1–12.

Fridayanti, S., Saharuddin, & Anwar, A. (2013). Strategi Rumah Tangga Petani dalam Memenuhi Kebutuhan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros). Jurnal Sosiohumaniora, 15(3), 224–233.

FAO. (2021). Keadaan pangan dan pertanian 2021: Membuat sistem pertanian pangan lebih tangguh terhadap guncangan dan tekanan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa. diiperoleh dari https://www.fao.org/publications/sofa/2021

Heri, Hermawan, (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan : Kuantitatif, Kualitatif & Mixed Methode. Kuningan. Hidayatul Quran Kuningan

Karolina, R., Rachmawati, E., & Nugroho, H. S. W. (2016). Strategi rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan hidup keluarga nelayan di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Jurnal Ilmu Sosial, 15(1), 45–52.

Mariyati, S. (2015). Pendapatan Petani: Studi Kasus di Wilayah Perkebunan. Jurnal Agribisnis, 19(1), 56-67.

Soeparno, I. H. (2004). Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.

Suyono, B., & Hermawan, H. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pada Industri Kerajinan Kulit Di Kabupaten Magetan. Ekomaks, 2(9), 1–15.

Vanny Vitha M.S. (2016). Analisis Sumber-sumber Dan Distribusi Pendapatan Masyarakat Desa Peraduan Kecamatan Ranggur Nihuta Kabupten Samosir.

Downloads

Published

2025-05-22

How to Cite

Muhammad. S. Waikolo, Martha Turukay, & Junianita F. Sopamena. (2025). Income Structure of Masihulan Village Community, North Seram Sub-district, Central Maluku Regency. International Journal of Integrative Sciences, 4(5), 913–922. https://doi.org/10.55927/ijis.v4i5.239

Issue

Section

Articles