Exploration of Pakarena Dance Movement Philosophy: A Qualitative Approach through Ethnography and Peirce's Semiotics

Authors

  • Nur Sekreningsih Marsan Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Komang Sudirga Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I ketut Suteja Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Ni Made Arshiniwati Institut Seni Indonesia Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.55927/ijis.v4i12.776

Keywords:

Pakarena Dance, Philosophical Meaning, Ethnography, Peirce Semiotics

Abstract

References related to the origin, basic movements, and principles of Pakarena dance are still limited, and until now, information about Pakarena dance is not always consistent. Each artist has a different interpretation of this dance. This research aims to investigate and understand the values in Pakarena dance movements that are full of philosophical meanings of human life. A qualitative method with an ethnographic approach was used, involving careful analysis of data from collection to interpretation of information. Pakarena dance movement data was collected through interviews with competent resource persons, and Peirce semiotics was applied to explore the meaning of dance movements. The results show that each movement expresses deep symbolism regarding human relationships with the environment and the divine dimension. The lower area reflects a human’s attachment to nature and its origins, while the technique of stepping by dragging the feet using abdominal movements creates an image of human strength. The middle area reflects the dynamics of human life, which is always active, and the hand movements symbolize busyness in the context of daily life. The upper area represents faith in divine consciousness with minimal head movements and a solemn chin position, reflecting simplicity and spiritual focus in visual expression

References

Aditya, R. (2021). Mengenal Apa Itu Tari Pakarena Dari Sulawesi Selatan yang Jadi Google Doodle. Jakarta, Indonesia.

Angraini, A. (2019). Makna Filosofis Tari Pakarena Tradisi Gowa Tallo di Kel. Tombolo Kec. Somba Opu Kab. Gowa (Studi Semiotika). Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Anjani, A. (2021). Mengenal Tari Kipas Pakarena: Properti Bagian dan Maknanya. Jakarta, Indonesia.

Cangara, H. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Fajriani, D. (2012). Tari Pakarena. Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia: Antara.

Hariyono, A. H. (2016). Ateng Japar: Sang Legenda Seni Pertunjukan Longser dan Peranannya di Kabupaten Bandung, Tahun 1975 – 2002. Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, 1(1), 87-101.

Ihsan. (2018). Pengertian Seni Tari. Retrieved from https://ceritaihsan.com/pengertian-seni-tari/

Iskandar, T. N. (2013). Seni Tari Tradisional. Bandung: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.

Islamiyah, A., Budiardjo, H., & Yurisma, D. Y. (2016). Perancangan Buku Referensi Karakteristik Tata Rias Tari Surabaya Dengan Teknik Fotografi Sebagai Sarana Informasi Masyarakat Surabaya. Surabaya: Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya.

Jazuli. (1989). Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang.

Kuntowijoyo. (1987). Tema Islam dalam Pertunjukan Rakyat Jawa: Kajian Aspek Sosial, Keagamaan, dan Kesenian. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Latief, H. (1996). Pakarena: Sebuah Bentuk Tari Tradisional Makassar. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Murgiyanto, S. (1986). Komposisi Tari dalam Pengetahuan Dasar Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta.

Nihardja, K. (2015). Pengaruh Modernisasi pada Seni Pertunjukan Teater di Indonesia. Retrieved from http://kinihardja.blogspotco.id/2015/01/pengaruh-modernisasi-padaseni_14.html

Piliang, Y. A. (2010). Semiotika dan Hipersemiotika. Bandung: Matahari.

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. (2016). Panduan Praktikum Pengenalan Gerak Tari Anak Usia Dini Pendidikan Seni Tari Pendidikan Anak Usia Dini. Padang: Universitas Sriwijaya.

Sapada, A. N. (1999). Nuansa Pelangi. Pusat Penelitian Pranata Pembangunan.

Sayogyo, D. (2015). Tari Pakarena: Sebuah Studi Gerak dan Makna Filosofis dalam Perkembangannya di Sulawesi Selatan. Jurnal Seni Musik dan Tari, 5(2), 123-135.

Sekreningsih, N. (2015). Pertunjukan I Laga Ligo. (N. Sekreningsih, Pemain) Graha Bakti Budaya, Jakarta.

Sekreningsih, N. (2021). Menghidupkan Identitas Kepulauan Riau Melalui Seni Tari Tradisional. Gobdang, 40-52.

Soedarsono, R. M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sulasman, & Gumilar, S. (2013). Teori-teori Kebudayaan: Dari Teori Hingga Aplikasi. Bandung: CV Pustaka Setia.

Sumiari, N. K., & Setyarini, P. (2015). Perancangan Media Publikasi Kesenian Tari Bali Berbasis Web. Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015. STMIK STIKOM Bali

Published

2025-12-28

How to Cite

Marsan, N. S., Sudirga, I. K., Suteja, I. ketut, & Arshiniwati, N. M. (2025). Exploration of Pakarena Dance Movement Philosophy: A Qualitative Approach through Ethnography and Peirce’s Semiotics. International Journal of Integrative Sciences, 4(12), 3017–3028. https://doi.org/10.55927/ijis.v4i12.776