Analysis of the Availability of Green Open Space in Absorbing CO2 Gas Emissions in Somba OPU District, Gowa Regency
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjsr.v4i3.123Keywords:
Co2 Gas Emissions, Greenhouse Gas, Somba Opu Sub-District, Green Open Space, VegetationAbstract
Somba Opu sub-district is an urban area with high population activity, this can contribute to global warming due to greenhouse gas (CO2) emissions. This research aims to assess the effectiveness of green open space in absorbing CO2 gas emissions and provide direction for its development. The analysis method used is based on the 2006 IPCC guidelines by calculating emissions and analyzing the absorption capacity of vegetation in green open spaces. The calculation results show that green open space has not been able to absorb all CO2 gas emissions produced. Therefore, it is necessary to develop green open space with a focus on adding vegetation because it is able to absorb CO2 gas emissions in order to support efforts to mitigate climate change and improve environmental quality
References
Aziz, G. A. (2018). Arahan Penataan Ruang Hijau Pada Koridor Jalan Kapasan Hingga Halan Rajawali Untuk Mereduksi Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) Dari Kegiatan On Road Transportation.
Boedoyo, M. S. (2011). Penerapan Teknologi Untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca.
Haikal, M. F., Surya, B., & Syafri, S. (2023). Analisis Perkembangan Fisikal Rural-Urban Di Kawasan Pinggiran Metropolitan Mamminasata: Studi Kasus: Kecamatan Pattalasssang, Kabupaten Gowa.
Lestari, E. A. P. (2019). Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Dalam Mereduksi Emisi Gas Rumah Karbon Dioksida Di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Peratutan Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 14 Tahun 2022.
Pratama, R., & Parinduri, L. (n.d.). Penanggulan Pemanasan Global.
Rachmayanti, L., & Mangkoedihardjo, S. (2021). Evaluasi dan Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berbasis Serapan Emisi Karbon Dioksida (CO2) di Zona Tenggara Kota Surabaya (Studi Literatur dan Kasus).
Rawung, F. C. (2015). fektivitas Ruang Terbuka Hijau Dalam Mereduksi Emisi Gas Rumah (GRK) Di Kawasan Perkotaan Baroko.
Samidjo, J., & Suharso, Y. (2017). Memahami Pemanasan Global Dan Perubahan Iklim.
Sitadevi, L. (2017). Membangun Ketahanan Kota terhadap Dampak Perubahan Iklim: Studi Kasus Kota Bandar Lampung.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik.



























